Gratis

Bismillahi

Gratis

*senyum-senyum* Kata yang satu ini singkat tapi bermakna sangat dalam ya. Nah, saya baru saja mengalaminya, pemirsah. Ketika beberapa jam yang lalu saya (seperti biasa) titip makan malem ke Ibun. Karena kebetulan kerjaan saya masih ada, dan kerjaan Ibun me-release versi terbaru Toresto Android udah kelar. Pas Ibun udah pulang, saya tanya berapa harga titipan saya. Jawaban Ibun singkat tapi padat “Gratis” :p :p :p

Jadi teringat sebuah kisah ketika saya dan Dudin makan pempek di daerah Sekeloa. Bersama kami, ada rombongan anak muda (ps: kami juga masih anak muda) yang juga sedang makan pempek sambil ngobrol:

Ujang: Eh, diajakin makan tuh sama si Edi.

Budi: Engga ah, kenyang banget gw.

Ujang: Dibayarin lho!

Budi: Yuk Hayuk! *sambil langsung menegakkan badannya*

Memang kata yang satu ini ajaib. Singkat tapi bisa memasukkan kebahagian di hati orang-orang yang mendengarnya. Entah kenapa saya selalu tersenyum kalo inget kisah ini. Mungkin salah satunya karena situasi ini sering kita temui, atau bahkan kita lakoni. Tentunya dengan lakon lebih sering sebagai Budi :p

Si Budi yang dahulunya sering membaca dan menemani ibu ke pasar, sekarang aktifitasnya juga ga terlalu menantang. Nah mungkin sesekali, kita juga harus berani berperan sebagai Edi. Bukankah kita dapet pahala dengan membuat orang lain senang (dengan cara yang benar) atau menghilangkan kesulitan orang lain?

Advertisements

Indomaret Baru

Sejak hari ini, semua tidak akan sama di GITS Indonesia. Pasalnya sejak kemarin, Indomaret membuka cabang baru di jalan Guntursari Wetan. Seberapa jauh itu dari GITS? Sekitar 300 langkah saja, pemirsah! Yes you read it right! Mungkin Kumang dengan kaki berdecit nya pun bisa nyampe ke Indomaret baru ini tanpa keringat.

GITS ke Indomaret Baru
GITS ke Indomaret Baru
Indomaret Baru
Indomaret Baru

 

Mari kita tunggu apa dampaknya. Semoga sih, lebih banyak dampak positif nya daripada dampak negatifnya.

Hujan ngapain?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Bayangkan kamu sedang berdiri di depan kaca, sambil merapihkan kerah kemeja, lalu membersihkan sedikit debu di celana yang sudah disetrika. *hmmmm, kurang dramatis* Ga lupa kamu juga mengoleskan minyak rambut ke kepala dan mengolesi pakaian dengan sedikit pafrum tropicana. *masih kurang* Lalu dengan gagahnya, kamu berjalan ke halaman rumah. Tentu saja cara berjalan yang sangaaaaat pelan. Tau dong kenapa. Tentunya biar pakaian ga kusut dan rambut tetap berombak aduhai. *kurang dikiit lagi* Sambil memanggul tas dan menentang kunci motor, kamu menarik nafas dalam-dalam dan berguman penuh keyakinan “calon mertua aku datang” *yak cukup :p*

Lalu, bagaikan hujan di siang bolong, hujan pun benar-benar turun di siang bolong. Dadah calon mertuah :p

Si Jali kaget bukan kepalang melihat hujan turun

Okeee, sudahi imajinasinya ya. Jangan sedih. Itu cuma bayangan doang kok :p Semoga nanti pemirsah yang baca tulisan saya ini dimudahkan ketika datang ke mertuah yah.

Nah, respon orang berbeda-beda ketika ada dalam kondisi seperti ini. Patrick misalnya, mungkin dia bakalan malah maen hujan-hujanan. Ada lagi orang yang tipenya ga mau ambil pusing, mungkin dia masuk lagi ke rumah terus nonton tipi. Tapi secara umum, ada empat kelompok orang ketika rencananya “diganggu” oleh hujan: kelompok pengeluh dan doing nothing, kelompok pengeluh dan doing something, kelompok polos dan doing nothing, yang terakhir kelompok polos dan doing something. Sejelek-jelek kelompok adalah kelompok pertama. Jadi kalau permirsah termasuk di kelompok pertama, segera tobat ya.

Nah biar anggota kelompok pertama ini berkurang, mari kita tulis hal apa yang bisa kita lakukan ketika hujan, alih-alih mengeluh dan ga melakukan apa-apa.

Dzikir & Berdoa

Ini yang terpenting. Pemirsah pasti ga akan mau melewatkan pahala yang bisa didapatkan dengan gampang ketika hujan. Dzikir nya pendek kok

للَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

Allahumma soyyiban nafi’an (Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat)

Semoga dengan dzikir ini, kota kita tercinta bisa terhindar dari banjir seperti yang dialami oleh saudara kita di Jakarta.

Daaan jangan lupa berdoa. Kata Rasulullah, doa orang ketika hujan itu tidak akan ditolak. Jadi kesempatan buat yang mau minta jodoh, dilancarkan tesis dan dimudahkan urusan lainnya.

Sedia payung sebelum hujan

Menarik ketika suatu hari saya maen (baca: ngerjain tesis -red) ke kampus dan suasana ketika itu hujan deras. Di gerbang ganesha saya menjumpai ada seorang bapak yang menjual payung. Wow, sense bisnis bapak ini lumayan juga. Kayaknya sih laku. Soalnya ketika saya lewat disana, terlihat beberapa orang (paling ga) terlihat menanyakan harga payung. The point is, ga susah cari tempat buat beli payung. Jadi, beli payung dan niscaya pemirsah akan keluar dari kelompok pertama tadi

Beli jas hujan.

Khusus untuk bikers, beli jas hujan. Harganya murah kok. Terakhir saya beli harganya sekitar 60K kalo ga salah. Saya beli di jalan Cibadak . Disana banyak yang jual jas hujan dengan harga dan model yang bervariasi.

Bawa Handuk kecil dan baju ganti

Biasanya bagi para bikers, walaupun sudah pakai jas hujan tetep aja kebasahan. Atau pemirsah yang pake payung, tapi saking kencengnya angin, baju tetep basah. Nah, dengan handuk kecil dan baju ganti, pemirsah sudah siap dengan kondisi terburuk. Well, kecuali kamu dengan sangat apes nyemplung ke sungai dan baju gantinya juga basah.

Bawa Plastik/Kantong Kresek

Ini gunanya untuk nyimpen barang-barang yang berharga kayak HP, jam tangan, dompet, laptop, cincin buat mahar, laptop, dan tentunya baju ganti.

Pake Jaket Tebal

Selain air, biasanya hujan juga disertai angin yang kenceng. Jadi, siapkan juga jaket yang tebal biar ga masuk angin

Pelajari Medan

Maksudnya, kamu harus tau tempat-tempat mana saja yang bisa kamu singgahi jika hujan turun pas kamu lagi di jalan. Bisa pom bensin, kebon pisang (ps: biar romantis) (pps: khusus yang sudah menikah), atau paling gampang cafe atau restoran. Untuk yang terakhir, kamu bisa pake aplikasi Toresto di HP kamu. Jadi ga bingung nyari cafe/restoran untuk berteduh dikala hujan.

Nah semoga dengan begitu, kamu akan keluar dari kelompok pengeluh tapi ga melakukan apa-apa. Kalau ada tambahan tips, boleh banget lho ya.

GITS dan PES. Antara Skill dan Hoki

“Ih hoki banget gitu doang bisa gol. Gw dari tadi nembak ketepis mulu dah”

Yeah, sama seperti hari-hari sebelumnya, lagi-lagi saya menang *pause* gung kekalahan.
Hoki, cuma itu yang bisa saya katakan untuk membela diri :p
Iya doong, pas maen kayaknya saya bisa menebak semua pola permainan lawan. Malah saya bisa menguasai keadaan.
Walaupun biasanya tertinggal beberapa gol duluan, saya masih yakin bisa berbalik mengungguli lawan main saya.
Tapi gaswatnya udah sampe perpanjangan waktu babak kedua, boro-boro berbalik mengungguli, nyamain aja ga. Sukur-sukur ga malah ketinggalan.

Lawan maen PES saya yang paling sering di GITS Indonesia  ada dua: Deni sama Kumang. Saya kenalin satu satu ya, pemirsah.

Yang pertama Deni Rohimat. Nah ini nih yang sering menang bermodalkan hoki kalo maen PES sama saya :p
Padahal cara maennya so predictable deh. Tapi tetep aja saya susah ngerebut bola dari dia. Boro-boro nyetak gol.
Mungkin kalo ini, ada hubungannya dengan stick yang rada bermasalah :p

Deni ini adalah salah satu Android Programmer yang paling militan di GITS, terlepas bahwa doi sering nulis status galauh di Facebook :p.
Salah satu aplikasi yang dikembangin Deni di GITS adalah Simamaung
Kenapa Simamaung? Karena doi konon adalah seorang bobotoh Persib. Makanya Deni sampe niat menghubungi pihak Simamaung untuk membuat aplikasi ini.
Rating aplikasi Simamaung di Google Play sangat membanggakan lho. 4.8 dari skala 5 dengan 52 voters.
Rating aplikasi memang sangat diperhatikan di GITS. Makanya salah satu SLA (service level aggrement) GITS adalah kami memberikan garansi bahwa aplikasi yang kami develop pasti memiliki rating di atas 4.5

Selain gape ngoding Android, Deni juga kemarin ikut “kursus” dari RIM di ITB untuk develop aplikasi untuk BB 10.
Hasilnya, 22 aplikasi Android GITS berhasil di-porting ke BB 10. Fantastik yah pemirsah.

Yang berikutnya adalah Kumang.
Nama aslinya sih Rahadian Ahmad. Ntah lah kenapa bisa bermetamorfosis jadi kumang.
Banyak yang unik *kalau ga bisa dikatakan aneh* dengan kumang. Salah satu keajaiban terbaru Kumang adalah kakinya berdecit kalo jalan -_-
Kalau susah ngebayangin, bayangin aja balita yang pake sendal bebek yang setiap jalan bunyinya “knyet knyet knyet knyet”.
Nah ubah image balita di pikiran Anda menjadi seorang berbadan gempal yang suka dengerin musik metal.
Dan sekarang kalikan level menyebalkan itu dengan 5.
Itu lah kira-kira Kumang dengan segala keunikannya.

Hmmm, tapi mungkin level kegarangan Kumang perlu dibagi dengan 10 setelah Anda mendengar nada smsnya. nyahahahaha

Despite of keunikan kumang, kemampuan belajar doi sangat tinggi dan kecepetan kerjanya juga luar biasa.
Kalau ditunjuk seorang duta untuk mewakili salah satu culture di GITS yaitu “fast“, saya pasti menunjuk kumang untuk menjadi dutanya.
fast” artinya semua kerjaan harus dikerjakan dengan cepat, permintaan harus direspon dengan cepat, bahkan telepon di GITS harus cepat diangkat sebelum nada telepon berulang.
Baru kenalan dengan Android ketika PKL di GITS setahun yang lalu, skill Android kumang sudah bisa dikatakan senior.
Karena inilah makanya saya minta doi untuk belajar develop aplikasi iPhone.
Hasilnya? Lihat saja sendiri beberapa bulan lagi. Kumang sedang finishing membuat aplikasi Mindtalk untuk versi iPhone.
Hasilnya sangat signifikan kalo kata pak RT nya “Awas Ada Sule” mah.
Mindtalk versi Android juga dikerjakan oleh GITS dan sekarang sudah malang melintang di Google Play

Tentang skill PES nya, yaaaah, cukup matang lah. Sesekali saya kalah melawan kumang.
Cara maennya Kumang agak-agak curang. Doi suka memprovokasi saya untuk melakukan sesuatu yang peluang gol nya besar. Mungkin karena Kumang tau kalau saya paling tidak suka diprovokasi.
Jadilah yang harusnya saya oper bola ke Messi yang ada di depan gawang, karena Kumang tiba-tiba teriak “pasti dioper ke tengah nih”, jadinya saya ga jadi oper -_-
Ya, harga diri saya besar pemirsah :p

Saya pernah ga jadi beli meja kantor di suatu toko cuma gara-gara yang jual ngerasa saya ga mampu beli meja itu.
Jadinya saya pergi ke toko seberang. Walaupun harga meja di toko kedua ini lebih mahal sejuta, saya tetap beli di toko kedua.
Lagi-lagi, karena harga diri saya besar pemirsah :p
Walaupun beres beli meja yang lebih mahal sejuta atau gagal nyetak gol gara-gara ga ngoper ke tengah, saya pasti nyesel :hammer

Selfnote buat saya dan pemirsah, merendahkan diri ke sesama manusia memang terhina. Tapi meninggikan diri di hadapan manusia melebihi kadarnya juga ga kalah menyedihkan.
Aisyah, istri Nabi, bertutur:
“Aku pernah minum dari sebuah gelas ketika aku sedang haid. Kemudian kuberikan gelas tersebut kepada Nabi n. Beliau lalu meletakkan mulutnya di bekas tempat mulutku dan beliau minum darinya. Pernah pula di saat haid, saya menggigit daging yang menempel pada tulang, kemudian kuberikan kepada Nabi n, lalu beliau meletakkan mulutnya di bekas tempat mulutku.” (HR. Muslim)

Dan Allah berfirman:
“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Nantikan pembalasan gw di pertandingan berikutnya !!!!