GITS dan PES. Antara Skill dan Hoki

“Ih hoki banget gitu doang bisa gol. Gw dari tadi nembak ketepis mulu dah”

Yeah, sama seperti hari-hari sebelumnya, lagi-lagi saya menang *pause* gung kekalahan.
Hoki, cuma itu yang bisa saya katakan untuk membela diri :p
Iya doong, pas maen kayaknya saya bisa menebak semua pola permainan lawan. Malah saya bisa menguasai keadaan.
Walaupun biasanya tertinggal beberapa gol duluan, saya masih yakin bisa berbalik mengungguli lawan main saya.
Tapi gaswatnya udah sampe perpanjangan waktu babak kedua, boro-boro berbalik mengungguli, nyamain aja ga. Sukur-sukur ga malah ketinggalan.

Lawan maen PES saya yang paling sering di GITS Indonesia  ada dua: Deni sama Kumang. Saya kenalin satu satu ya, pemirsah.

Yang pertama Deni Rohimat. Nah ini nih yang sering menang bermodalkan hoki kalo maen PES sama saya :p
Padahal cara maennya so predictable deh. Tapi tetep aja saya susah ngerebut bola dari dia. Boro-boro nyetak gol.
Mungkin kalo ini, ada hubungannya dengan stick yang rada bermasalah :p

Deni ini adalah salah satu Android Programmer yang paling militan di GITS, terlepas bahwa doi sering nulis status galauh di Facebook :p.
Salah satu aplikasi yang dikembangin Deni di GITS adalah Simamaung
Kenapa Simamaung? Karena doi konon adalah seorang bobotoh Persib. Makanya Deni sampe niat menghubungi pihak Simamaung untuk membuat aplikasi ini.
Rating aplikasi Simamaung di Google Play sangat membanggakan lho. 4.8 dari skala 5 dengan 52 voters.
Rating aplikasi memang sangat diperhatikan di GITS. Makanya salah satu SLA (service level aggrement) GITS adalah kami memberikan garansi bahwa aplikasi yang kami develop pasti memiliki rating di atas 4.5

Selain gape ngoding Android, Deni juga kemarin ikut “kursus” dari RIM di ITB untuk develop aplikasi untuk BB 10.
Hasilnya, 22 aplikasi Android GITS berhasil di-porting ke BB 10. Fantastik yah pemirsah.

Yang berikutnya adalah Kumang.
Nama aslinya sih Rahadian Ahmad. Ntah lah kenapa bisa bermetamorfosis jadi kumang.
Banyak yang unik *kalau ga bisa dikatakan aneh* dengan kumang. Salah satu keajaiban terbaru Kumang adalah kakinya berdecit kalo jalan -_-
Kalau susah ngebayangin, bayangin aja balita yang pake sendal bebek yang setiap jalan bunyinya “knyet knyet knyet knyet”.
Nah ubah image balita di pikiran Anda menjadi seorang berbadan gempal yang suka dengerin musik metal.
Dan sekarang kalikan level menyebalkan itu dengan 5.
Itu lah kira-kira Kumang dengan segala keunikannya.

Hmmm, tapi mungkin level kegarangan Kumang perlu dibagi dengan 10 setelah Anda mendengar nada smsnya. nyahahahaha

Despite of keunikan kumang, kemampuan belajar doi sangat tinggi dan kecepetan kerjanya juga luar biasa.
Kalau ditunjuk seorang duta untuk mewakili salah satu culture di GITS yaitu “fast“, saya pasti menunjuk kumang untuk menjadi dutanya.
fast” artinya semua kerjaan harus dikerjakan dengan cepat, permintaan harus direspon dengan cepat, bahkan telepon di GITS harus cepat diangkat sebelum nada telepon berulang.
Baru kenalan dengan Android ketika PKL di GITS setahun yang lalu, skill Android kumang sudah bisa dikatakan senior.
Karena inilah makanya saya minta doi untuk belajar develop aplikasi iPhone.
Hasilnya? Lihat saja sendiri beberapa bulan lagi. Kumang sedang finishing membuat aplikasi Mindtalk untuk versi iPhone.
Hasilnya sangat signifikan kalo kata pak RT nya “Awas Ada Sule” mah.
Mindtalk versi Android juga dikerjakan oleh GITS dan sekarang sudah malang melintang di Google Play

Tentang skill PES nya, yaaaah, cukup matang lah. Sesekali saya kalah melawan kumang.
Cara maennya Kumang agak-agak curang. Doi suka memprovokasi saya untuk melakukan sesuatu yang peluang gol nya besar. Mungkin karena Kumang tau kalau saya paling tidak suka diprovokasi.
Jadilah yang harusnya saya oper bola ke Messi yang ada di depan gawang, karena Kumang tiba-tiba teriak “pasti dioper ke tengah nih”, jadinya saya ga jadi oper -_-
Ya, harga diri saya besar pemirsah :p

Saya pernah ga jadi beli meja kantor di suatu toko cuma gara-gara yang jual ngerasa saya ga mampu beli meja itu.
Jadinya saya pergi ke toko seberang. Walaupun harga meja di toko kedua ini lebih mahal sejuta, saya tetap beli di toko kedua.
Lagi-lagi, karena harga diri saya besar pemirsah :p
Walaupun beres beli meja yang lebih mahal sejuta atau gagal nyetak gol gara-gara ga ngoper ke tengah, saya pasti nyesel :hammer

Selfnote buat saya dan pemirsah, merendahkan diri ke sesama manusia memang terhina. Tapi meninggikan diri di hadapan manusia melebihi kadarnya juga ga kalah menyedihkan.
Aisyah, istri Nabi, bertutur:
“Aku pernah minum dari sebuah gelas ketika aku sedang haid. Kemudian kuberikan gelas tersebut kepada Nabi n. Beliau lalu meletakkan mulutnya di bekas tempat mulutku dan beliau minum darinya. Pernah pula di saat haid, saya menggigit daging yang menempel pada tulang, kemudian kuberikan kepada Nabi n, lalu beliau meletakkan mulutnya di bekas tempat mulutku.” (HR. Muslim)

Dan Allah berfirman:
“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Nantikan pembalasan gw di pertandingan berikutnya !!!!

Advertisements

One thought on “GITS dan PES. Antara Skill dan Hoki”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s