Nangis

Iba. Mungkin itu yang kita rasakan ketika melihat seorang wanita kecil menangis karena penderitaan yang dialaminya. “Ah, tak seharusnya mereka mengalami penderitaan itu”, pikir kita. Tapi siapa kita yang mampu mencegah hal itu ketika Dzat yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya berkehendak menimpakan musibah kepadanya. Lagipula Allah Maha Teliti perhitungannya dan setiap takdir yang ditentukannya memiliki hikmah yang sangat besar. Pikiran manusia saja yang seringkali tidak bisa menjangkau hikmah dari takdir Allah.

Dari seorang wanita kecil, kita beralih ke seorang pemuda dewasa. Sama halnya dengan wanita kecil tadi, pemuda dewasa ini juga sedang menangis. Bedanya, karena kedewasaannya, pemuda ini menangis sesenggukan sambil memacu motornya dengan kecepatan tinggi *untung ga lagi turun hujan*

Setiap teringat project GITS yang saya tangani empat tahun lalu, saya selalu tidak bisa menahan diri untuk tidak mengolok-ngolok diri saya sendiri. haha. Masalahnya biasa kok, cuma sebuah project on-site scope-based yang direncanakan selesai dalam dua bulan ternyata setelah setahun belum menunjukkan gejala-gejala akan diakhiri dan kebetulan saya jadi project managernya yang membawahi temen-temen saya sendiri yang kami ketika itu sedang mengerjakan tugas akhir yang akhirnya salah dua dari temen saya itu diundur kelulusannya karena kesibukan projectnya. Se-biasa itu #straightface.

Bayangkan sebuah balok kayu yang besar kita sandarkan kepada pagar yang terbuat dari selembar triplek. Bukannya menopang, pagar triplek itu malah jatuh remuk tertimpa oleh balok kayu yang besar tadi. Itulah kira-kira yang terjadi pada saya ketika itu. Ketika kita menyandarkan masalah yang kita hadapi kepada diri kita sendiri, yang ada cuma depresi atau stress. Ga sedikit kasus orang yang stress atau bunuh diri karena terlibat hutang, karena pacarnya selingkuh, karena ga lulus ujian, atau karena alasan lainnya. Masalah kehidupan begitu besar dan terus menerus sementara jiwa kita begitu kecil dan rapuh.

Disinilah peran tawakal, yaitu kita menyandarkan diri dan menyerahkan apapun hasilnya kepada Allah yang menggenggam bumi pada hari kiamat dan melipat langit, setelah kita menempuh sebab berupa usaha yang maksimal. Dan harus kita sadari, seburuk apapun musibah yang kita alami, itu hanyalah musibah dunia. Musibah sesungguhnya adalah ketika kita tertimpa musibah dunia, kita lantas membenci Sang Pembuat Takdir atau melakukan sesuatu yang akan membuat kita tertimpa musibah akhirat. Seperti seseorang yang bosan hidup miskin, dia memutuskan untuk datang ke dukun atau bunuh diri. Hidup miskin adalah musibah bagi dia. Tapi itu hanya merusak dunianya. Namun ketika dia datang ke dukun atau bunuh diri, maka dia telah merusak alam abadi yang akan dia tempati nanti setelah mati.

Sayang, karena ditolak cewe satu dua orang terus kita depresi. Karena deadline project terus kita nangis-nangis sesenggukan di motor. Karena ga lulus ujian kita jadi males makan. Sayang, kehilangan yang sedikit tapi menghabiskan porsi yang besar di hati kita. Padahal setiap musibah yang menimpa kita memiliki manfaat yang besar jika kita bersabar.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. [al Baqarah/2:155-157]

Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)

Further reading:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s